AVENGED SEVENFOLD

Sabtu, 05 Februari 2011


Setelah sukses dengan album Selft-titled yang dirilis 30 Oktober 2007, Avenged Sevenfold (A7x) tidak lantas membuat grup metalcore itu bersantai, saat ini band asal California, Amerika Serikat, sedang terlibat dalam proyek album kompilasi yang diprakarsai oleh Warner Bros. Album yang rencananya diberi judul A Revolution in Sound itu berisi 11 tembang klasik yang dinyanyikan ulang oleh musisi-musisi dunia dari berbagai aliran musik.

Avenged Sevenfold Band Pic and wallpaper

A7x sendiri kebagian membawakan lagu legendaris milik Black Sabbath, berjudul Paranoid, awalnya ketika memulai proyek itu, Avenged Sevenfold ingin menyanyikan lagu band rock era 80-an, Mr Bungle, yang berjudul Strubb (A Dub). Namun, Warner Bros menyodorkan lebih dahulu daftar lagu-lagu yang bisa dinyanyikan.

M.Shadows dkk mengaku sempat kesusahan memilih lagu yang tepat. Terutama memilih beberapa lagu yang ada di daftar Warner Bros. Pemilihan itu cukup sulit. Sebab, ada tenggat waktu yang harus dipenuhi. Namun, akhirnya pilihan jatuh pada track Paranoid. A7x mengaku bangga bisa menyanyikan lagu Black Sabbath. mereka bisa merasakan spirit yang luar biasa saat menyanyikan Paranoid




Kali kedua konser Avenged Sevenfold di Indonesia masih
padat dipenuhi para fans yang rata-rata masih belia alias ABG. Mereka rela antri sedari jam 16.00 WIB sore, padahal konser yang dipromotori Java Musikindo bekerja sama dengan LA Light Music ini baru akan berlangsung pukul 20.00 WIB di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (22/10).

Jibriel, band Indonesia yang digawangi Ozzy (vokal), Nara (gitar), Zaindra (gitar), Namora (bass) dan Fahri Albar (drum), yang merupakan anak musisi senior Ahmad Albar menjadi band pembuka dengan membawakan sekitar 6 lagu di album mereka, seperti: Di Akhir Waktu, Dendam, Bayang, Takkan Kulupakan, Selalu Untuk Selamanya, dan Raih. Sekaligus pemanas suasana untuk masuk pada konser puncak, penonton yang sudah tidak sabar terus berteriak "Sevenfold...Sevenfold" memanggil band yang mereka tunggu sedari sore hari dengan menggenggam tiket masuk seharga Rp325.000.

Sekitar pukul 21.00 WIB barulah Avenged Sevenfold, band asal Amerika yang terdiri dari M. Shadows (vokal), Synyster Gates (lead guitar), Zacky Vengeance (gitar), Johnny Christ (bass), dan The Reverend (drum) memecah kerinduan para fansnya di tanah air dengan mengumandangkan lagu-lagu dari dua album yang telah mereka rilis.

Dibuka dengan Critical Acclaim, dan disusul Afterlife, Beast and the Harlot, Scream, dan Seize the Day. Setelah Unholly Confession mereka menurunkan tempo, untuk kemudian menggebrak kembali lewat tembang macam Bat Country, Gunslinger, Almost Easy, dan A Little Piece of Heaven menjadi tembang penutup yang manis di Rabu malam kemarin.








(HOT NEWS)

Mungkin rasanya berlebihan jika Avenged Sevenfold adalah salah satu band paling digemari sedunia saat ini ( Most Favorite Rock Band ) tak terkecuali di Indonesia, tapi itu nyata. Jika Anda kurang tahu beritanya, ya maklum saja jarang sekali ada acara mengenai musik barat di TV manapun di Indonesia, betul ga........?

Untuk itu info tentang band Avenged Sevenfold yang sebelumnya pernah dibuat di Info A7X dan telah di revisi lebih Update dan komplit dengan berbagai info disertai full download free ( gratis ) dari album yang pertama sampai yang terbaru sampai saat ini. Oke lah.... dari pada kebanyakan ngoceh sana sini, lebih baik langsung saja tak kasih informasinya.

Avenged Sevenfold, dalam bahasa indonesia artinya pembalasan dendam tujuh kali lipat, kenapa begitu???
Kalau ga tau, sama... saya juga ga tau, ihiks. Tapi yang pasti Avenged Sevenfold keren banget, mulai dari penampilan personelnya yang garang, gede, tatoan, kayak preman pasar, eh bukan pasar, mall aja, hidupnya kan dikota?! Selain itu mereka punya genre yang banyak, mulai dari rock, hardcore, metal, bahkan sampai membuat versi alternatif yang ada di album terahir mereka Diamond in The Rough di tahun 2008, tak lupa juga meraka membuat lagu yang terbilang kalem, seperti Warmness on the Soul, I won't see you toningh, Dear God, dan yang single pertama di album terbaru Untill The End.

Nha, mengenai salah satu lagu tersebut yaitu Dear God, ada sebagian penggemar yang menyayangkan kalau kenapa ya Avenged Sevenfold kok membuat lagu kalem begitu, padahal mereka punya genre yang metalcore abiz... tapi yang terjadi malah sebaliknya, lagu tersebut malah membuat nama mereka menjadi lebih terkenal di dunia, termasuk indonesia, benar kan? Mulai dari penikmat musik seperti musik rock, alternatif, pop, cowo atau cewe, bahkan orang yang tidak sengaja dengerin lagu ini, kebanyakan banyak yang suka. Ibarat peribahasa "mati satu tumbuh seribu", kini penggemar band tersebut banyak sekali.

Tapi memang benar lagu ini sangat enak dinikmati dan menyentuh sekali, apa lagi kalu di puter saat pikiran lelah, senang, sedih, atau apapun itu. Saat lagu ini lagi booming banyak sekali radio-radio di indonesia yang muterin lagi ini, bahkan sempat menjadi top request selama berminggu-minggu.

kalau mau donlot, urlnya = http://www.youtube.com/watch?v=euji2ji4Xmw
Caranya udah tau kan? kalo yang belum nih Tips Download Youtube Video

Banyak pengamat musik yang berpendapat bahwa Vokalis A7X M. Shadows adalah salah satu penyebab bergantinya aliran metalcore menjadi sedikit pop-rock. Penilaian tersebut didasarkan setelah ia mengalami patah pada tenggorokanya yang menyebabkan pita suaranya terganggu sehingga ia menjalani operasi. Namum Vokalis yang bernama asli Matt Sanders menolak dengan tegas pendapat orang-orang tadi, kemuadian ia berkata "Semua lagu yang kami ciptakan adalah rencana sejak awal berdirinya band kami, saya terinspirasi oleh Guns n' Roses. Jadi mengenai operasi yang sempat hampir menghilangkan suaraku itu adalah bukan alasan yang tepat!" tegasnya.

Itu sedikit cerita saja dari saya, dan berikut ini adalah biografi Avenged sevenfold yang sebagian sumber dimuat dari wikipedia.

Avenged Sevenfold (juga dikenal sebagai A7X), adalah band beraliran rock yang berasal dari Huntington Beach, California.

Biografi
Terbentuknya Avenged Sevenfold
Avenged Sevenfold terbentuk pada tahun 1999 di Orange County, California. Band tersebut pertama kali dibangun oleh M Shadows dan Zacky Vengeance dan diikuti oleh The Rev. dan Matt Wendt. Kemudian diikuti oleh Synyter gates dan Johny Christ yang bersaing dengan Justin Sane. Dan akhirnya 2 orang ( Matt Wendt dan Justin Sane ) keluar sebagai anggota disihkan oleh Johny Crist. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu "To End The Rapture" juga direkam ulang, kali ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates.
City of Evil (2005-2007)

Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.

Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka.

Tahun 2008, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka.

Dalam tournya, Avenged Sevenfold juga sudah manggung untuk yang kedua kalinya di Indonesia Oktober 2008 lalu masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo seperti 1 tahun sebelumnya.

Dan di awal tahun 2009, mereka menggelar konser bersama tiga grup band ternama antara lain Buckberry, Papa Roach, dan Saving Abel.

Discography
* Sounding the Seventh Trumpet (2001)
* Waking the Fallen (2003)
* City of Evil (2005)
* Avenged Sevenfold (2007)
* Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)

Anggota saat ini

* M. Shadows - vokal



* Synyster Gates - gitar melodi, piano, vokal
* Zacky Vengeance - gitar ritmik, vokal
* Johnny Christ - bass, vokal
* The Rev - drum, perkusi, vokal, piano

Mantan Anggota
* Justin Sane - Bass
* Dameon Ash - Bass* Matt Wendt - Bass

Ciri khas
Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day dan Dear God, gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End. Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya.

Genre
Secara umum, Avenged Sevenfold diklasifikasikan sebagai band penting dan berpengaruh dalam era New Wave of American Heavy Metal (NWOAHM) . Merekai mempunyai banyak genre , termasuk sebagai genre crossover, yaitu sering meninggalkan konsep genre sekaligus (terutama dalam album mereka yang paling baru). Sebagai contoh, Avenged Sevenfold's debut Sounding of Seventh Trumpet yang terdiri dari hampir seluruhnya Metalcore, namun terdiri dari beberapa penyimpangan yang ada di genre ini, terutama dalam "Streets" yang menggunakan gaya punk, dan "Warmness on the Soul," yang diiringi dengan piano, dan dapat dianggap soft rock. Pada Waking The Fallen, band ditampilkan jauh lebih halus dan fasih. Di City of Evil, band ini telah memilih untuk meninggalkan genre Metalcore, berkembang yang lebih punk metal / pemaduan gaya, yang tidak beda jauh dengan band seperti Bullet for My Valentine dan Trivium. Selain itu, permainan drum di album baru cenderung lebih alternatif-metal yang dipengaruhi gaya, mirip dengan Slipknot. Avenged Sevenfold's self-titled album, sekali lagi, terdiri dari beberapa penyimpangan yang kurang konsisten dan gaya genre dari album utama hard rock dan heavy metal lagu, terutama dalam "Dear God", yang mengadopsi musik Countri, dan "A Little Piece of Heaven ", yang meliputi elemen Broadway Show Tunes, terutama dengan menggunakan instrumen bass dan gesekan orkestra untuk mengambil alih sebagian besar peran lead dan ritme gitar. Band berubah ekstrim sejak album pertama, yang merupakan ciri sebagai band dengan hard-screams, growls, dan lirik yang bisa diharapkan dari genre Metalcore, untuk menjadi lebih dari sebuah perpaduan antara punk rock, hard rock, dan heavy metal. Dan album Diamond in The Rough mempunya genre tidak berbeda jauh juga dengan album self-title mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar